Bali Trip Part 1 (LatePost)

Halo, sobat travelers!

Kembali lagi ke tema traveling, kali ini saya pengin share cerita perjalanan saya ke Bali beberapa waktu lalu (latepost) bersama travel mate saya, Sansadhia.

Bali memang tempat yang pas buat liburan. Selain memiliki pesona alam yang luar biasa, Bali juga memiliki karifan budaya yang oke punya, lho. Terbukti ketika saya menjelajah ke beberapa tempat, saya melihat segenap keindahan yang jarang saya dapatkan di Jakarta. Banyaknya destinasi wisata di Bali pun membuat saya takjub dan semakin penasaran untuk mengeksplor lagi setiap titik yang belum terjamah (maklum, baru pertama kalinya saya ke Bali hehehe).

Pantai Kuta, misalnya, daerah pesisir yang satu ini bisa dibilang menjadi pusat perhatian banyak wisatawan. Gimana enggak, deraian ombak yang menghempas di sepanjang pesisir pantai membuat saya terpesona. Gelombang air laut di sana lumayan kuat, sehingga Kuta menjadi salah satu pantai yang asyik sekaligus cozy untuk bermain selancar. Nggak cuma itu, di sini kamu juga akan melihat pemandangan turis-turis mancanegara yang kece.

Sebagian dari mereka ada yang berjalan menelusuri bibir pantai, berjemur sambil membaca buku, bahkan bercumbu mesra ketika sunset datang.

IMG_1473
Wisatawan sedang berselancar
Image
Wisatawan mancanegara berjalan di pinggir Pantai Kuta
Image
Bermain bersama ombak

Selain Kuta, kami juga mengunjungi Taman Wisata Tanjung Benoa (Benoa Island). Ini adalah surganya buat para penantang adrenalin lho! Sebab, di sini tersedia wahana parasailing. Itu, lho, olahraga udara yang mirip terjun payung. Bedanya, parasailing ini parasutnya yang ditarik dengan speed boat. Rasanya seperti layang-layang banget. Kamu terbang di atas sana sambil ditarik speed boat yang lumayan kencang… wohooo… asyik tuh kayaknya B)

Image
Wisatawan sedang menantang adrenalin dengan parasailing.

Nggak cuma itu. Di sana juga ada tempat wisata bagi para pecinta binatang lho. Kami menyewa sebuah perahu untuk menyeberang ke Pulau Penyu. Letaknya nggak terlalu jauh. Cuma butuh waktu kurang lebih sepuluh sampai lima belas menit untuk sampai ke sana. Eiittts, tunggu dulu… di tengah jalan menuju ke sana kami berhenti sejenak. Bukan karena perahu motornya yang mogok, lho, tapi karena kami diajak ‘supir’ perahunya untuk melihat-lihat terumbu karang dan ikan-ikan yang ada di dalam air. Kami juga memberi makan ikan-ikan tersebut dengan roti. Nah, roti ini juga bisa digantikan dengan makanan lainnya, seperti crackers atau biskuit bayi asalkan nggak berbumbu. Jadi, nggak usah khawatir nggak bisa ngasih makan ikan-ikan di sana ya!

Image
Memberi makan ikan di Tanjung Benoa.

Image

Image
Sejumlah wisatawan menumpang perahu cepat menuju ke Pulau Penyu.

Image

Image
Saya, berfoto bersama seekor penyu raksasa berumur >70 tahun.

Selain pemandangan alamnya yang luar biasa, Bali juga memiliki tata ruang kota yang rapi. Bayangin aja, pertama kali kami menginjakkan kaki di Pulau Dewata itu, kami langsung berdecak kagum. Bagaimana bisa, pulau yang selalu ramai akan turis itu bisa bersih, rapi, dan nggak kumuh. Rumah-rumah warga di sana sangatlah tertata. Arsitekturnya pun kebanyakan bernuansa alami dengan dinding-dinding yang terbuat dari batu. Kesegaran alam pun langsung merasuk ke dalam tubuh kami yang masih kaku. Kesemua itu dibiarkan senatural mungkin. Aksen ke-Balian juga terasa dominan di setiap sudut bangunannya. Salah satunya adalah arsitektur gapura ‘Candi Bentar’ yang terpampang di sisi depan tiap-tiap bangunan. Sangat tradisional, tapi tetap fresh. Terkadang, gapura berbentuk cermin tersebut juga dihiasi oleh janur-janur, kembang, atau bahkan dupa pada waktu perayaan Umat Hindu di sana. Hmmm… sangat menarik bukan?!

Image
Sansadhia, foto bersama Gapura Candi Bentar.
Image
Beachwalk di Jln. Raya Pantai Kuta
Image
Foto bersama patung Hanoman Obong

Image

Di tengah perjalanan menuju penginapan, kami melihat arsitektur patung dari salah satu tokoh pewayangan di Indonesia. Tepatnya Patung Satria Gatot Kaca. Tetapi, orang-orang setempat menyebutnya Patung Kuda karena ada beberapa ekor kuda yang menarik kereta kencana di depannya. Patung itu terletak di Jalan Raya Tuban dan menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang khas. Woaaahh, kereeen…

Image
Patung Ksatria Gatot Kaca

Begitu takjubnya kami disapa dengan keindahan alam dan juga keramahan budaya Bali. Ingin sekali rasanya kembali menikmati keseruan suasana di sana entah itu bersama teman atau keluarga. Mungkin ‘rindu’ adalah satu kata yang paling pas untuk mewakili perasaan saya saat ini. Rindu akan keramahan budaya dan pesona alam Indonesia yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s